Cinta Diujung Sajadah

Cinta di Ujung Sajadah adalah sebuah buku karangan penulis yang gencar mengajak kebaikan. Buku fiksi maupun nonfiksi yang ditulisnya sering mengundang simpati pembacanya. Harus diakui, kehadiran karya – karyanya memang tidak sekedar menghibur pembaca. Melainkan juga dapat menjadi teladan bagi pembacanya. Didalam dunia kepengarangan Indonesia, Ia tidak hanya dikenal sebagai pengarang fiksi remaja.  Tetapi, juga dikenal sebagai pengarang yang dapat menulis untuk berbagai kalangan.

Buku ini bercerita kisah tentang kehidupan gadis remaja yang bernama Cinta. Wanita  yang cantik, tegar, periang namun selalu terpuruk akan kerinduannya kepada ibunya. Ibu yang hanya merawatnya hingga Ia berumur 1 tahun. Selanjutnya, ayahnya lah yang membesarkan Cinta hingga sekarang dan dibantu Mbok Nah, yang juga merawat Cinta setelah kepergian ibunya. Kerinduan dan keingintahuannya tentang ibunya tak dapat dibendung, karena ayahnya pun tidak mau menceritakan sedikitpun kisah tentang ibu Cinta. “Yang sudah tidak ada, tidak usah diungkit-ungkit, Cinta!” itulah kata – kata kasar yang didapat tiap kali Cinta tidak bisa membendung rasa ingin tahunya bagaimana ibunya pergi. Ayahnya menikah lagi dengan perempuan cantik bernama Alia yang dulunya seorang model yang memiliki 2 anak perempuan, Anggun dan Cantik namanya. Cinta sangat senang mendapat mama baru.

Semua tak sesuai harapan Cinta, mama dan saudara tirinya itu sangat tidak baik, selalu menyakiti Cinta. Bahkan mereka selalu membuat ayah Cinta marah kepada Cinta karena omongan mereka. Bahkan tak jarang saudaranya menyindir soal ibunya dan menyakiti hati Cinta dengan kata-kata  “Cinta memang tidak beda dengan ibunya. Perempuan kotor yang bisanya hanya menggoda laki-laki!” kata saudara tirinya karena rasa iri akan kelebihan yang dimiliki Cinta sehingga dapat membuat Makky Matahari Muhammad tertarik dan kelihatan suka dengan Cinta. Meskipun begitu Cinta tetap menyayangi ibunya, ia tak rela ibunya dicela, ia akan tetap menganggap ibunya akan bisa memberi kasih terbaik baginya. Cinta selalu ingin merasakan kasih ibu, ia ingin bersimpuh dan mencium kaki ibu dimana surga berada.

Cinta tidak hidup sendirian, Ia memiliki dua sahabat yang sangat menyayanginya, mereka adalah Neta dan Aisyah. Sahabat tempat ia menceritakan keluh kesahnya. Bahkan Ia  bisa menganggap ibu kepada mama Neta, sahabatnya. Suatu hari Cinta bertanya pada Mbok Nah tentang ibunya, dan Mbok Nah tak sengaja mengatakan mama cinta masih hidup, tidak seperti yang dikatakan ayahnya. Mama Cinta diusir oleh ayahnya kala itu. Cinta tak mengetahui alasan ayahnya mengusir ibunya karena ibu Cinta dulunya adalah seorang pelacur. Namun Mbok Nah tidak mengatakan alasan itu.

Perjalan panjang pencarian ibu Cinta pun dimulai.  Perjalanan Cinta yang awalnya tidak disetujui oleh ayahnya ini ditemani oleh sahabat-sahabatnya. Seirin berjalannya waktu Cinta mulai merasakan jatuh cinta dengan salah satu sahabat – sahabat yang menemaninya dalam pencarian ibunya. Laki – laki itu bernama Makky Matahari Muhammad yang kini menjadi pendampingnya pula. Pencarian Cinta ini berakhir dengan kesediahan, karena ia mendapati bahwa ibunya telah meninggal, hal ini diceritakan oleh wanita yang mengaku menjaga ibunya hingga ibunya pergi. Cinta mengetahui wanita itu berbohong, wanita tersebut merupakan Ibu kandungnya karena Cinta telah melihat foto Ibunya yang Mbok Nah berikan. Foto Ibu muda yang sedang menggendong seorang balita yang tidak lain adalah Cinta. Cinta mengerti maksud ibunya, karena ibunya tak ingin Cinta dipermalukan karena masa lalu ibunya. Akhirnya cinta selalu mengunjungi tempat terakhir ibunya dan menganggap wanita penjaga ibunya itu sebagai ibu Cinta.

Novel ini menggambarkan kasih ibu pada anaknya. Walaupun tidak semua ibu bersikap baik pada anaknya. Namun, tidak ada ibu yang tak ingin melihat anaknya bahagia dan berhasil. Ibu adalah tempat mengadukan keluh kesah, tempat curhat, yang membuat makanan enak, bahkan adapula yang nyebelin, tidak pengertian, sok ngatur dan sebagainya. Hal ini tampak dalam novel dari kisah – kisah yang diceritakan sahabat – sahabat Cinta.  Diikuti dengan gaya bahasa yang santai dan realistis menjadikan kisah novel ini mudah dicerna oleh pembaca. Menjadikan pesan didalamnya kuat tertancap pada ingatan pembacanya.

Buku ini mengingatkan kita tentang betapa luar biasanya kasih sayang ibu kepada anaknya. Membuat kita sebagai pembaca merasakan kerinduan yang mendalam akan kasih sayang ibu ketika kita berada jauh dari ibu.  Semua yang dilakukan ibu merupakan untuk kebaikan anaknya. Seperti yang dilakukkan Ibu Cinta kepada Cinta. Jadi kita sebagai anak tidak perlu sungkan atau gengsi mempersembahkan penghormatan yang tinggi kepada ibu kita selagi ibu masih bisa berada dekat disamping kita. Buku membuat saya merasakan kerinduan kasih sayang ibu yang abadi.

Untuk download klik tombol di bawah ini, format buku berupa pdf !

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*